SUARAIKAWANGI, Jembrana – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Jembrana, Bali, dan memicu antrean panjang kendaraan di hampir setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Kondisi ini diketahui telah berlangsung sejak empat hari terakhir dan mencapai puncaknya pada Rabu (14/10/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, kemacetan akibat antrean kendaraan yang ingin mengisi BBM mengular hingga sepanjang 700 meter dan meluber hingga ke bahu jalan raya. Antrean terdiri dari ratusan sepeda motor serta mobil pribadi dan angkutan yang mengular sejak pagi hari.
SPBU Tutup dan Waktu Tunggu Capai 4 Jam
Dampak kelangkaan BBM jenis Pertalite maupun Pertamax ini dirasakan langsung oleh masyarakat setempat. Beberapa SPBU di wilayah Jembrana bahkan terpaksa berhenti beroperasi sementara waktu karena stok BBM habis total.
Sementara itu, pada SPBU yang masih memiliki pasokan, warga harus rela mengantre hingga 3 sampai 4 jam demi mendapatkan BBM. “Sudah mengantre sejak jam 8 pagi, tapi sampai siang ini baru mendekati dispenser pengisian. Banyak SPBU lain yang sudah tutup karena kehabisan stok,” ujar salah seorang pengendara sepeda motor di lokasi antrean.
Pengaturan Lalu Lintas oleh Petugas
Guna mengantisipasi kemacetan parah serta menjaga ketertiban, aparat kepolisian dan TNI disiagakan di sekitar lokasi SPBU. Petugas tampak mengatur aliran lalu lintas kendaraan agar antrean meluber tidak menutup total akses jalan utama.
Hingga berita ini diturunkan, warga berharap pihak terkait dan Pertamina segera menambah pasokan serta distribusi BBM ke wilayah Jembrana agar aktivitas serta perekonomian masyarakat dapat kembali berjalan normal. (Red)












