Example 728x250 Example 728x250

Pemkab Jembrana Kawal Ketat Verifikasi Tahap Kedua Bantuan Pertanian untuk Korban Gagal Panen

SUARAIKAWANGI, Jembrana – Pemerintah Provinsi Bali menyalurkan bantuan penguatan ekonomi kepada 27 petani terdampak kekeringan di Kabupaten Jembrana yang mengalami gagal panen. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta bersama Bupati I Made Kembang Hartawan yang didampingi Kalaksa BPBD Provinsi Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya di Balai Subak Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Kamis (5/11/2026).

Kalaksa BPBD Bali I Gede Agung Teja Bhusana Yadnya menjelaskan bahwa ke-27 penerima bantuan tersebut merupakan petani yang mengalami gagal panen akibat kekeringan. Mereka berasal dari Desa Kaliakah, Manistutu, dan Banyubiru. Teja Bhusana menambahkan, besaran nilai bantuan yang diberikan bervariasi sesuai dengan luasan lahan masing-masing petani.

“Bantuan untuk petani tersebut merupakan tahap pertama. Sementara itu, usulan bantuan tahap kedua dari Kabupaten Jembrana masih dalam proses verifikasi,” ucapnya.

Wakil Gubernur Nyoman Giri Prasta mengapresiasi ketangguhan para petani yang terus berjuang di tengah terjangan musim kemarau demi menjaga produktivitas dan ketersediaan pangan masyarakat. Kendati berbagai upaya telah dikerahkan untuk menyelamatkan tanaman, sebagian petani tetap mengalami gagal panen akibat kekeringan ekstrem. Situasi ini memantik respons cepat dari pemerintah untuk meringankan beban para korban.

“Sebagian kecil ternyata tetap mengalami gagal panen, maka pemerintah tetap turun tangan,” ujar mantan Bupati Badung dua periode tersebut.
​
Giri Prasta membeberkan, pada tahap pertama ini pemerintah telah menyalurkan bantuan kepada 27 petani. Sementara itu, usulan calon penerima untuk tahap kedua dari wilayah Jembrana kini masih berproses pada tahap verifikasi data. Ia menegaskan, jajaran pimpinan daerah berkomitmen penuh untuk tidak membiarkan para petani menanggung kerugian sendirian.
​
“Bapak Gubernur tidak ingin para petani ini gagal begitu saja, harus dibantu mengatasi kerugiannya. Oleh karena itu, BPBD telah memproses bantuannya,” ungkapnya.
​
Sementara itu, Bupati Kembang menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih mendalam atas perhatian sigap yang diberikan oleh jajaran Pemprov Bali kepada petani yang terdampak kekeringan ekstrem di Jembrana. Menurutnya, sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi sangat krusial dalam mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat pedesaan.
​
“Kami atas nama masyarakat dan para petani di Jembrana mengucapkan terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur Bali. Kehadiran dan kepedulian pemerintah provinsi ini tentu menjadi penopang semangat bagi petani untuk bangkit kembali,” ujarnya.
​
Bupati Kembang menambahkan, pihaknya terus mengerahkan jajaran di tingkat dinas pertanian, kecamatan, hingga pemerintah desa untuk mengawal proses pendataan dan verifikasi agar penyaluran bantuan tahap berikutnya berjalan tepat sasaran tanpa kendala berarti.
​
“Kami di daerah siap mengawal penuh proses ini. Untuk usulan tahap kedua yang saat ini sedang berproses, kami pastikan data yang dikirimkan valid sehingga para petani yang belum tersentuh di tahap awal bisa segera mendapatkan haknya,” pungkasnya. (AM)

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomer 40 tahun1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui Email: Redaksi@suaraikawangi@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *