SUARAIKAWANGI, Jembrana – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas dan transparansi dalam pelaksanaan lomba ogoh-ogoh tahun 2026, dan menginstruksikan seluruh jajaran dinas dan tim penilai untuk bekerja secara profesional tanpa adanya intervensi atau praktik “titipan” pemenang. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kembang saat menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Desa Adat, subsidi pembuatan ogoh-ogoh, serta insentif Kelian Subak di Wantilan Rumah Jabatan Bupati Jembrana, Jumat (27/2/2026).
Dalam arahannya, Bupati Kembang yang didampingi Wakil Bupati I Gede Ngurah Patriana Krisna mengingatkan bahwa ketidakjujuran dalam penilaian hanya akan mematikan kreativitas Sekaa Teruna Teruni (STT). “Jangan sampai ada titipan, jangan bikin saya malu karena saya tidak pernah menitip, tim penilai harus kredibel, ahli di bidangnya, dan netral,” tegas Bupati Kembang.
Ia mengatakan bahwa sekali kepercayaan anak muda cedera akibat dugaan permainan nilai, mereka akan enggan untuk kembali berkarya di masa depan. “Oleh karena itu, kriteria penilaian harus dibuka secara transparan kepada seluruh peserta, ucapnya.
Di akhir acara, Bupati Kembang juga berpesan kepada para Bendesa Adat agar dalam setiap pembangunan fisik di desa, seperti pura, selalu melibatkan arsitek lokal Bali. “Arsitek Bali paham konsep Asta Kosala Kosali, libatkan mereka agar bangunan kita tidak hanya kokoh, tapi memiliki nilai estetika dan filosofi yang benar,” pesannya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadis Parbud) Jembrana, A.A. Komang Sapta Negara memaparkan bahwa tahun ini sebanyak 218 STT di seluruh Kabupaten Jembrana menerima subsidi pembuatan ogoh-ogoh sebesar Rp.2,5 juta per STT, dengan total anggaran mencapai Rp.600 juta, berikut adalah rincian persebaran STT penerima subsidi:
1. Kecamatan Mendoyo penerima subsidi sebanyak 72 STT
2. Kecamatan Negara penerima subsidi sebanyak 44 STT
3. Kecamatan Jembrana penerima subsidi sebanyak 37 STT
4. Kecamatan Melaya penerima subsidi sebanyak 36 STT
5. Kecamatan Pekutatan penerima subsidi sebanyak 29 STT.
“Itulah rincian persebaran STT di seluruh Kabupaten Jembrana, penerima subsidi pembuatan ogoh-ogoh,” jelasnya.
Proses seleksi telah dimulai dengan penilaian tingkat kecamatan pada 25-26 Februari 2026, selanjutnya, 15 besar terbaik tingkat kabupaten akan dipilih pada 28 Februari hingga 1 Maret 2026. Para finalis 15 besar ini masing-masing akan mendapatkan dana pementasan sebesar Rp.10 juta dan berhak tampil dalam parade di Masikian Festival Yowana pada 12 Maret 2026 di Gedung Kesenian Ir. Soekarno. Untuk juara pertama, Pemkab Jembrana telah menyiapkan hadiah uang tunai sebesar Rp.20 juta.
Selain urusan seni, Pemkab Jembrana juga mengucurkan anggaran fantastis untuk penguatan adat dan pertanian melalui BKK Desa Adat senilai Rp.13,3 miliar. Dana tersebut mencakup insentif bulanan, yaitu:
1. Bagi Bendesa mendapat insentif bulanan sebesar Rp.1,7 juta
2. Kelian Adat mendapat insentif bulanan sebesar Rp.1,2 juta
3. Penghargaan bagi Sulinggih sebesar Rp.1 juta
4. Sebanyak 231 Kelian Subak juga menerima insentif sebesar Rp.1 juta per bulan.
Ini sebagai bentuk apresiasi atas penjagaan lahan pertanian tradisional. (Red)












