SUARAIKAWANGI, Jembrana – Sebuah video yang beredar di media sosial memicu perhatian publik setelah seorang kakek berusia sekitar 73 tahun dari wilayah Banjar Pebuahan Pantai Desa Banyubiru, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Bali mengungkapkan bahwa dirinya tidak pernah sekalipun menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), meski hidup dalam kondisi memprihatinkan.
Dalam video tersebut, sang kakek tampak duduk dengan penglihatan yang sudah tidak normal lagi. Ia mengaku telah bertahun-tahun berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah, namun namanya tidak pernah terdaftar sebagai penerima.
“Saya tidak pernah dapat bantuan. Keluarga saya juga tidak. Sementara banyak orang lain yang punya usaha ikan ayam potong, Tokoh besar bahkan ada yang punya mobil 2 unit bisa dapat,” ujarnya dalam rekaman video itu.
Pengakuan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya besar dari warga sekitar. Menurut kesaksian sang kakek, terdapat masyarakat yang diduga memiliki kondisi ekonomi lebih baik seperti pemilik toko, peternak ikan, dan pemilik kendaraan justru masuk dalam daftar penerima bantuan.
Lebih lanjut, kakek itu juga menyampaikan adanya dugaan praktik tidak wajar dalam proses penyaluran. Ia menyebut bahwa beberapa penerima bantuan diminta untuk merahasiakan status mereka, dengan ketentuan harus menyetor sekitar Rp50 ribu per orang kepada oknum RT setempat.
Warga lain yang mengetahui situasi ini berharap pemerintah kabupaten segera turun tangan. Mereka menilai bahwa temuan ini mencerminkan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pendataan dan distribusi bantuan sosial agar tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan, diharapkan ada keterangan resmi dari pihak pemerintah desa maupun dinas terkait mengenai dugaan pungutan dan ketidakmerataan penyaluran BLT tersebut. Masyarakat berharap agar laporan video ini dapat menjadi pintu masuk penyelidikan yang transparan demi menjamin hak warga kurang mampu agar tidak terabaikan. (TIM/Red)
Simak Juga video terkait https://youtu.be/FA1BiinZasw?si=9ktYREMScvJiDLyn












