SUARAIKAWANGI, Jembrana – Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) proyek penataan kawasan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan yang resmi masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) pada Selasa (29/9/2026). Acara tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, serta Gubernur Bali, I Wayan Koster.
Groundbreaking ini menjadi titik terang dari rencana pemindahan pelabuhan perikanan dari Benoa ke Pengambengan yang telah digagas sejak tahun 2019. Proyek megah beranggaran Rp1,2 triliun ini diperkirakan mampu menyerap hingga 25.000 tenaga kerja.
Dalam sambutannya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menegaskan komitmennya agar pembangunan PPN Pengambengan dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi. “Saya tidak mau kalau anggaran pembangunan di Pengambengan hanya Rp500 miliar atau Rp600 miliar. Saya ingin sekali membangun, dan begitu kita bangun, betul-betul harus terintegrasi,” tegas Sakti Wahyu Trenggono.
Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan sumber daya manusia (SDM) lokal dalam pengoperasian pelabuhan di masa depan. “Tenaga kerja yang diperlukan diprediksi sekitar 25.000 orang. Saya minta nanti Pak Gubernur dan Pak Bupati—di sini kan ada politeknik—sebaiknya para pekerja di sini adalah orang Bali,” pungkasnya.
Senada dengan arahan Menteri, Bupati I Made Kembang Hartawan menekankan pentingnya optimalisasi potensi daerah, baik dari segi penyerapan tenaga kerja maupun keterlibatan pemasok (supplier) material bangunan lokal. “Manfaatkan potensi lokal, mulai dari tenaga kerja hingga supplier lokal yang memenuhi kriteria. Dengan begitu, potensi daerah dapat tertampung, dan masyarakat bisa merasakan dampaknya sejak awal serta merasa memiliki proyek ini,” ujar Bupati Kembang.
Bupati Kembang juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada pemerintah pusat, khususnya Menteri Sakti Wahyu Trenggono, atas terealisasinya proyek strategis yang telah diperjuangkan sejak tahun 2019 tersebut. Di samping itu, Bupati Jembrana mengusulkan agar pengerjaan awal difokuskan pada pengerukan sedimentasi di mulut kolam labuh dermaga. Langkah ini dinilai mendesak karena pendangkalan alur pelayaran kerap mengganggu keluar-masuk kapal nelayan, sesuai dengan keluhan yang diterimanya langsung dari warga pesisir.
“Saya menyarankan agar tahap awal proyek diawali dengan pengerukan di mulut kolam labuh. Terjadi pendangkalan akibat sedimentasi yang perlu segera dikeruk agar kapal-kapal nelayan dapat melintas dengan lancar,” tegasnya.
Kehadiran proyek modernisasi PPN Pengambengan ini diharapkan mampu menjadi mesin penggerak ekonomi baru sekaligus mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Jembrana. (Red)
Gubernur Bali dan Menteri KKP Hadiri Groundbreaking PPN Pengambengan senilai Rp1,2 Triliun












