SUARAIKAWANGI, Jembrana – Keterbatasan anggaran tak menyurutkan semangat Kabupaten Jembrana dalam merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Negara ke-131. Berkat kolaborasi dan dukungan berbagai pihak—termasuk para donatur—rangkaian perayaan tetap berlangsung semarak dengan memadukan musik, seni tradisional, serta kreativitas warga lokal.
Malam puncak HUT Kota Negara ke-131 digelar di Gedung Kesenian Dr. Ir. Soekarno pada Sabtu (15/8/2026). Acara ini menyuguhkan beragam pertunjukan sebagai wadah untuk menampilkan kekayaan seni dan budaya yang menjadi identitas Jembrana.
Panggung hiburan malam itu dimeriahkan oleh deretan artis Pop Bali, seperti Leeyonk Sinatra dan Dek Ulik. Suasana kian meriah dengan aksi kocak Bondres BBQ serta penampilan energik dari Hantu Project yang sukses menghibur para pengunjung.
Tak hanya hiburan modern, perayaan ini juga memberi ruang bagi seni tradisional khas daerah. Ghora Yowana Budaya dari Paguyuban Jegog Pring Agung tampil memukau membawakan kesenian Jegog—warisan budaya yang terus lestari di tengah masyarakat. Selain itu, Jelana Dance Company menyuguhkan karya tari bertajuk Taman Sari Bhinneka Tunggal Ika, sebuah pertunjukan yang menyuarakan pesan keberagaman dan persatuan dalam kehidupan warga Jembrana.
Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya acara ini. Ucapan terima kasih secara khusus ia tujukan kepada para donatur yang telah mengulurkan bantuan di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Menurutnya, sinergi ini menjadi kunci suksesnya perayaan hari jadi Kota Negara hingga dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat. “Terima kasih kepada para donatur yang ikut membantu pelaksanaan kegiatan HUT Kota Negara. Terima kasih juga kepada seluruh masyarakat Jembrana yang sudah memeriahkan kota yang kita cintai ini,” ujar Bupati Kembang Kembang.
Selain kepada donatur dan warga, Bupati Kembang juga mengapresiasi kerja keras panitia penyelenggara. Bagi beliau, antusiasme masyarakat bukan sekadar pelengkap hiburan, melainkan momentum penting untuk mengenang perjalanan sejarah sekaligus memperkuat rasa memiliki terhadap daerah.
Perpaduan musik modern, seni tradisional Jegog, dan tarian bertema kebangsaan menjadi bukti kuatnya komitmen warga dalam menjaga identitas budaya di tengah arus modernisasi. Malam puncak HUT Kota Negara ke-131 pun ditutup dengan penuh kesan. Acara ini membuktikan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk merawat sejarah, budaya, dan kebersamaan demi meneguhkan rasa bangga terhadap Kota Negara dan Kabupaten Jembrana. (Red)












