Example 728x250 Example 728x250

Pemkab Jembrana di Bawah BPBD Bergerak Cepat Tangani Kekeringan, Salurkan 600 Ribu Liter Air Hingga Siapkan Pompa

Keterangan Foto: Rakor Pimpinan OPD Pemkab Jembrana Selasa (13/10/2026) di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Jembrana Terkait Dampak Kemarau Panjang di Jembrana.

SUARAIKAWANGI, Jembrana – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jembrana melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terus memperkuat langkah penanganan darurat menyusul dampak kekeringan yang meluas sejak Mei lalu. Berawal dari laporan krisis air di SD Negeri 2 Pendem, kondisi ini kini telah berdampak pada 7 desa dan 14 banjar (dusun) di wilayah Jembrana.
​
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, S.Sos., Selasa (13/10/2026), mengungkapkan bahwa pihaknya bersama instansi terkait terus menggenjot distribusi air bersih bagi masyarakat terdampak. Hingga saat ini, total air bersih yang disalurkan telah mencapai hampir 600.000 liter untuk 1.048 kepala keluarga (KK).
​
“Distribusi air dilakukan secara bergiliran mengingat tingginya kebutuhan serta keterbatasan suplai dari PDAM. Stok air di tandon-tandon penampungan biasanya habis dalam waktu kurang dari dua hari,” ujar Agus Artana saat Rapat Koordinasi (Rakor) OPD.
​
Guna mempercepat penanganan di lapangan, Pemkab Jembrana telah memasang tandon air di 18 titik strategis serta menyiagakan sekitar 15 terpal penampungan tambahan. Kapasitas tandon yang disiapkan bervariasi, mulai dari 2.000 liter hingga 5.000 liter. Aksi tanggap darurat ini turut didukung oleh PMI, Polres Jembrana, dan Batalyon setempat.
​
Berdasarkan hasil asesmen, sebagian besar warga terdampak bermukim di dekat kawasan hutan dengan debit sumber air yang relatif kecil. Kondisi ini makin diperparah oleh kerusakan infrastruktur pipa air akibat diterjang banjir pada Juli lalu. Sebagai langkah solutif jangka panjang, Pemkab Jembrana tidak hanya berfokus pada distribusi darurat, tetapi juga merancang perbaikan infrastruktur secara komprehensif.
​
“Kami merancang perbaikan jaringan pipa air yang rusak melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU). Selain itu, untuk memperkuat debit air, Kejaksaan Tinggi Bali berencana membantu pengadaan 3 unit pompa air,” jelas Agus Artana.

Dari rencana tersebut, satu unit pompa air telah berhasil dibangun di Banjar (Dusun) Pancardawa berkat dukungan Polres Jembrana, sehingga total penambahan ditargetkan mencapai 4 unit pompa. Di sektor pertanian, pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan dinas terkait serta Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk memfasilitasi pembangunan pompa air di area persawahan.
​
Mengacu pada prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diprediksi masih berlangsung cukup panjang hingga Januari mendatang. Menyikapi kondisi tersebut, Pemkab Jembrana mengimbau seluruh masyarakat agar bijak menggunakan air.

Warga diharapkan berhemat dan memprioritaskan air bersih untuk kebutuhan pokok sehari-hari, serta menghindari penggunaan berlebihan seperti menyiram tanaman secara tidak efisien atau memandikan hewan peliharaan. Selain itu, masyarakat juga diingatkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan kawasan hutan agar dapat berfungsi optimal sebagai penyimpan cadangan air saat kemarau tiba. (Red)
​

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomer 40 tahun1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui Email: Redaksi@suaraikawangi@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *