Example 728x250 Example 728x250

Isi Tumpek Wayang, Pemkab Jembrana Gelar Aksi Lingkungan dan Sosialisasi Energi Surya ​

SUARAIKAWANGI, Jembrana – Memperingati momentum Tumpek Wayang, Pemerintah Kabupaten Jembrana menggelar serangkaian kegiatan yang beragam. Mulai dari aksi bersih-bersih sampah, persembahyangan bersama, sosialisasi rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Desa Budeng, hingga Pameran Hasil Pertanian Jembrana.
​
Rangkaian persembahyangan bersama dilaksanakan di Pura Kembar, Desa Budeng, Sabtu (10/10/2026). Acara tersebut dipimpin langsung oleh Sekda Jembrana, I Made Budiasa, serta dihadiri oleh perwakilan Forkopimda Jembrana, Kepala OPD, Perbekel, Bendesa, dan masyarakat setempat.
​
Membacakan sambutan Bupati Jembrana, Sekda I Made Budiasa menyampaikan bahwa salah satu rencana pengembangan daerah adalah pembangunan PLTS di Desa Budeng. Proyek ini direncanakan memanfaatkan lahan tambak tidak produktif seluas 89,0 hektare, yang terdiri dari 20 hektare aset Pemerintah Provinsi Bali dan 69 hektare lahan bersertifikat Hak Milik. Budiasa menekankan bahwa rencana ini perlu dipelajari secara saksama agar peluang pemanfaatan energi surya dapat berjalan selaras dengan tata guna lahan dan kebutuhan masyarakat.
​
“PLTS memanfaatkan cahaya matahari untuk menghasilkan listrik. Pengembangan energi terbarukan ini mendukung penyediaan energi bersih sekaligus membuka peluang ekonomi. Namun, kapasitas pembangkit, teknologi, pembiayaan, hingga mekanisme sambungan dan pembelian listrik masih perlu ditentukan melalui kajian serta persetujuan pihak berwenang,” ucapnya.
​
Oleh karena itu, sosialisasi ini menjadi bagian penting dari proses penyiapan rencana. Pemeriksaan dokumen tanah, kesesuaian tata ruang, kondisi tambak, saluran air, dampak lingkungan, dan kelayakan usaha harus dirampungkan sebelum keputusan akhir ditetapkan.
​
“Saya meminta perangkat daerah terkait berkoordinasi dengan Pemprov Bali, PLN, dan instansi berwenang. Status dan batas aset harus jelas, penggunaan lahan oleh pihak lain harus diperiksa, serta fungsi lingkungan tetap diperhatikan. Pilihan konstruksi tidak boleh didasarkan hanya pada luas lahan yang tersedia,” tegas Budiasa.
​
Ia juga mengajak masyarakat aktif menyampaikan kondisi riil di lapangan, seperti potensi genangan, akses warga, penggunaan tambak, dan sumber penghidupan setempat. Informasi tersebut sangat krusial untuk penyusunan kajian. Masyarakat juga diimbau menyampaikan kekhawatiran atau keberatan melalui forum resmi yang telah disediakan.
​
Kepada tim penyusun rencana, Budiasa meminta agar setiap masukan dicatat, dikaji, dan ditanggapi. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan penggarap tambak, kelompok perempuan, warga rentan, dan unsur desa adat, serta menyampaikan hasil kajian secara transparan dalam bahasa yang mudah dipahami.
​
“Kita berharap proyek ini memberi manfaat nyata bagi daerah dan warga sekitar, seperti peluang kerja, pelatihan, dan keterlibatan usaha lokal. Namun, saya minta jangan menjanjikan kuota pekerjaan, listrik gratis, atau pembagian pendapatan sebelum ada dasar hukum dan kesepakatan yang jelas,” terangnya.
​
Selain sosialisasi PLTS, Pemkab Jembrana memberikan apresiasi tinggi kepada para petani, kelompok tani, dan pelaku usaha dalam Pameran Hasil Pertanian Jembrana. Budiasa memuji ketekunan para petani yang terus merawat tanaman, mengolah lahan, serta menjaga mutu hasil panen di tengah tantangan perubahan cuaca. Ia berharap pameran ini dapat menjadi sarana belajar dan memperluas rantai pemasaran.

“Mari kenali dan beli produk pertanian lokal Jembrana untuk membangun hubungan usaha yang saling menguntungkan. Bagi peserta pameran, manfaatkan momen ini untuk mendengar masukan konsumen guna meningkatkan kualitas, kemasan, dan pelayanan,” tuturnya.
​
Sebelumnya pada Jumat (9/10/2026), Pemkab Jembrana melalui Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Perhubungan (DLHPKP) juga menyelenggarakan aksi Tumpek Wayang Resik Sampah. Kegiatan ini dipusatkan di area Stadion Pecangakan, Civic Center Kantor Bupati, dan Parkir Pemkab Jembrana. Aksi bersih-bersih lingkungan yang melibatkan 210 peserta tersebut berhasil mengumpulkan total 310 kilogram sampah, terdiri dari 240 kilogram sampah organik dan 70 kilogram sampah anorganik.
​
Rangkaian kegiatan ditutup dengan pembagian ratusan tas ramah lingkungan kepada masyarakat dan pedagang di Pasar Umum Negara. Pembagian tas kantong ramah lingkungan ini merupakan bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) PT Cahaya Terang Bumi Lestari.

Melalui aksi ini, masyarakat dan pedagang diharapkan terbiasa membawa tas ramah lingkungan sebagai pengganti kantong plastik sekali pakai, sekaligus mendukung pengurangan sampah plastik di area pasar. (Red)

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomer 40 tahun1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui Email: Redaksi@suaraikawangi@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *