Example 728x250 Example 728x250

Tokoh Dunia dan Nasional Bakal Berkumpul di Bandar Lampung Bahas Masa Depan Citizen Journalism

Keterangan: Seminar internasional menghadirkan tokoh dari Rusia, Mesir, Libya, dan Indonesia untuk membahas peran citizen journalism dalam memperjuangkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.

SUARAIKAWANGI, Bandar Lampung – Di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat dan setiap individu dapat menjadi penyampai berita melalui perangkat digital, pertanyaan tentang siapa yang menyuarakan kebenaran, untuk kepentingan siapa informasi disampaikan, serta bagaimana jurnalistik berkontribusi terhadap perdamaian menjadi semakin krusial. Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan dibahas di Bandar Lampung, Indonesia, pada 11 November 2026 mendatang melalui Seminar Internasional dalam rangka memperingati 19 tahun Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI).
​
Mengusung tema “19 Years of PPWI: Affirming the Role of Citizen Journalists for Peace, Justice, and Humanity,” forum ini diproyeksikan menjadi wadah pertemuan gagasan antara pewarta warga, akademisi, tokoh politik, jurnalis, masyarakat sipil, dunia usaha, hingga tokoh internasional. Bagi PPWI, usia 19 tahun bukan sekadar penanda sejarah organisasi, melainkan momentum untuk menegaskan kembali posisi citizen journalist sebagai bagian vital dari ekosistem informasi publik sekaligus kekuatan sosial dalam membangun perdamaian, memperjuangkan keadilan, dan mengangkat nilai-nilai kemanusiaan.

​Dari Rusia hingga Indonesia

​Seminar ini menghadirkan jajaran pembicara lintas negara dan disiplin ilmu. Dari Rusia, hadir Madam Elena Semerikova, Chair of the International World Peace Movement “Women Dialogue”, yang membawa perspektif mengenai gerakan perdamaian serta pentingnya dialog antarmanusia dan antarbangsa. Wakil dari Mesir menghadirkan Dr. Ahmed Issa Bedir (Advisor to the Youth and Creative Economy Council of the Arab League) dan Prof. Mohamed Sayed Mohamed (Akademisi Al-Azhar University, Cairo). Keduanya akan memperkaya diskusi mengenai peran generasi muda, kreativitas, pendidikan, dan komunikasi dalam konteks masyarakat global.
​
Sementara itu, jurnalis senior dari Libya, Dr. Faez Mohmad Monsour Alfarjani, akan membagikan pengalamannya terkait dinamika media, masyarakat, dan tantangan komunikasi di kawasan Afrika Utara. Dari dalam negeri, seminar ini menghadirkan Wakil Ketua DPR RI, Prof. Dr. Sufmi Dasco Ahmad, serta akademisi dari Universitas Lampung, Prof. Dr. Syarief Mahkya. Komposisi narasumber ini mencerminkan semangat forum yang berupaya menyatukan perspektif jurnalistik, akademik, politik, kepemudaan, dan hubungan internasional.

​Ketika Setiap Warga Menjadi Pewarta

​Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara masyarakat memproduksi dan mengonsumsi informasi. Jika dahulu produksi berita dikuasai oleh institusi media formal, kini masyarakat memiliki kemampuan mandiri untuk merekam peristiwa, menyusun laporan, menyebarkan informasi, dan membangun percakapan publik.
​
Perubahan ini membuka peluang besar bagi jurnalisme warga. Peristiwa lokal dapat terangkat lebih cepat, dan suara kelompok yang sebelumnya kurang mendapat ruang kini dapat menjangkau perhatian publik nasional bahkan internasional. Namun, kekuatan ini menuntut tanggung jawab yang besar. Kecepatan tidak boleh mengorbankan akurasi, kebebasan berekspresi tidak boleh menjadi ajang penyebaran kebencian, dan kritik harus tetap berlandaskan fakta dengan menjunjung tinggi martabat manusia. Pewarta warga tidak hanya dituntut menjadi penyampai informasi, tetapi juga bagian dari solusi sosial.

​Jurnalisme untuk Perdamaian dan Kemanusiaan

​Dalam dunia yang masih dibayangi konflik, polarisasi, dan disinformasi, media memegang posisi strategis dalam membentuk persepsi publik. Pemberitaan yang bertanggung jawab dapat membantu masyarakat memahami persoalan secara jernih, sedangkan informasi yang provokatif berpotensi memperkeruh situasi.
​
Melalui seminar internasional ini, PPWI ingin mendorong tradisi jurnalistik yang menempatkan perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan sebagai kompas utama. Forum di Bandar Lampung ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk merumuskan langkah taktis sekaligus membuka peluang kerja sama lintas negara.

​Membangun Jembatan Indonesia dan Dunia

​Selain forum diskusi, kegiatan ini juga membuka kesempatan pameran produk, layanan teknologi, program kelembagaan, serta berbagai inovasi dari mitra sponsor, dunia usaha, lembaga pendidikan, hingga institusi pemerintah. Kehadiran pemangku kepentingan nasional dan internasional diperkirakan akan memperluas jejaring kerja sama di luar ruang konferensi.

​19 Tahun PPWI: Menatap Masa Depan

​Perjalanan 19 tahun PPWI menjadi titik pijak untuk memperkuat peran pewarta warga dalam menghadapi ledakan informasi digital. Masyarakat saat ini tidak sekadar membutuhkan kuantitas berita, tetapi informasi yang terpercaya dan dialog yang sehat.
​
Dari Bandar Lampung, PPWI menyampaikan pesan utama bahwa citizen journalism memiliki peran yang semakin krusial. Pewarta warga adalah mata dan telinga masyarakat yang mampu menyuarakan fakta dari lingkungan terdekat kepada dunia. Namun, kekuatan besar tersebut hanya akan bermakna jika dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi terwujudnya dunia yang lebih terbuka, adil, damai, dan manusiawi. (TIM/Red)

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomer 40 tahun1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui Email: Redaksi@suaraikawangi@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *